Akhirnya.....


Akhirnya....
Disini aku dalam terpana dan terhempas
di ranah tiada bertepi

Rinduku terbawa logika dan hasrat akan ego
Kaku diam membeku dalam luruhnya kalbu

Dikau bukan mimpiku
Daku bukan malaikatmu

Cerita hati dalam serpihan
yang coba kurangkaian
setelah luluh lantak
dimakan usang maya

Beri aku seribu waktu
Bukan lagi ruang rangka ceritera

Terdiamku di cerita hatiku.......

Di Jelang Malamku Ada Kamu Hadir

Terlalu larut dalam duka
Lupa akan cerita betapa indahnya sebuah karya
Keras, tapi nyata yang hadir

Aku bukanlah malaikat malam
yang hadir sepenuh cinta dan cita
Wlo ingin ku gurat tawa dan canda
Namun hanya getir kurasa

Jangan hempas semua ke dalam ampas
tiada bataskah segala keluh dan kesah
Kini saat bangkit bagi mata pasti

Beri setitik embun dalam hati
tidak lagi..... tiada lagi hanya jejak kaki
kian tak pasti dan mati suri
Bangkitlah, bangkit sang kekasih hati


Disini Aku....


Terkadang.....
Ingin kuhempas buas seluruh hasrat yang kupunya
Berlalu dengan setiap nafas ini
Tanpa ingin menjadi tolol dengan kejam malam liwat






Terkadang....
Anganku melambung terlalu jauh menembus awan
Berlarian di tengah kabut yang bertiup perlahan
Tumpah se ruah resah yang kubawa di detak jiwa

Terkadang.....
Ingin kularut dalam sejuta kisah dunia
Tanpa harap lagi akan segala pinta di alam fana
Namun tangis dan rengekku mungkin tiada arti disini

Terkadang.....
Sederhana bukan sebuah pilihan yang harus dipertahankan
Bila ternyata kita adalah manusia semata
Dengan segala kisah yag harus terlahir adanya....

Ah,
Hidup tetap menuntut kita memahami
sekian berjalan sekian hari berlari tiada henti
akhir bukan tujuan pasti
namun dari setiap jejak kaki kita hentak sepenuh arti
disini aku kan tetap ayunkan langkah ini....

Pintaku, Shadu......

Bila kasih tiba menyapa sepenuh cinta
Pertanda mungkin kita kan jatuh terlena
Sementara dunia akan terus bergulir mengalir bagai air
Namun tiada hendak berpindah dari rasa yang hadir menggoda

Kasih.....
Di batas penghujung ruang dan waktu yang mampu tercipta
mungkinkah kita bakal saling menyapa tanpa terluka
hanya demi mencipta kata demi kata yang coba kutuang selalu ada
Terhempaskan kita dalam tidur panjang tak bernyata

Ingin ku berlari hampiri dan tak kembali untuk silam kelamku
Ingin kurebah dan tumpah dengan segala sesak dada ini
Ingin ku tak lagi gulirkan air mata mengalir
Hanya karena bahagia senantiasa tercipta

Namun....
ego kah jika terhenti karena bunga-bunga bukan hanya dimusim semi
sedihkah yang harus hadir di sini semberi menanti
yang kuingin.. bukan cuma bayangmu, mayamu, cerminmu, shadu....
yang kumau, terlena di alur matamu, tiada waktu henti berlaku bagiku
selalu....
selalu....

Lunglai ku dalam kabut yang memabukkan


Terkadang.....
Hati lebur dan berbaur dalam desah nafas yang hilang satu-satu.
Aku tertatih meraih remah untai hati
Entah kemana dia menghilang pergi.

Terlupa.....
Mentari enggan bentangkan senyum megah
yang kuimpikan bakal tiba bersama esok hari.

Kasih,
Masihkah mimpi kita sama...
Atau hanya ampas asa tersisa
Yang benamkan aku dalam hitam malam.
Semakin terseok kujemput angan...
Semakin larut kudalam cinta maya memabukkan.

Di sinikah kita kan berlabuh?
Di batas hasrat dalam puntung demi puntung
yang kau biarkan buntung...
Aku kian linglung dan terhuyung.

Ah ibu....
aku rindu pulang.
Bapak, aku enggan untuk lepaskan genggaman ini...

Memperbaharui Ikatan Janji Untuk Selalu Setia





Sepasang anak manusia, terikat janji bahtera keluarga
Menapaki jejak anak tangga itu....
Mereka tertatih berjalan ragu.
Ku gamit untuk segera bersatu.

Hmmm,
Kuasa atas segala anak bangsa....
Masihkah lelah terasa jika hanya Tuhan pemilik semesta ?
Buang sauh ego mu, dan biar cinta terlahir apa adanya


Hidup tidak selalu indah dan mudah....
Kalian dalam segala ujian dan tantangan
Namun, jangan buang asa itu
Sekecil apa pun cahaya di depan sana...
Bersatulah, rengkuh jemari riang menari-nari
jangan pernah berhenti, jangan mati lagi

Berjanjilah untuk selalu setia....

Tentang Aku dan Kau

Jika malam jadi teman pembentang tiada akhir maka, kan kuhapus tiap resah dari guratan tergambar di wajahmu agar, tak perlu ada sepi bagi se isi hati yang selama ini bikinmu gundah Jika hari menjadi kelabu karena cuaca yang tak ramah maka, biar kubuat ceria terlahir bagi harapan yang membentang di depan karena, cinta bisa mendorong tiap karya terlahir indah dari tanganmu Rindu.... biarlah tetap ada, karena kugenggam dikau dalam tiap mimpiku Rona merah malu... kan kutunggu tiap jejak langkah yang kau cipta Biarkan terbang kepak sayapmu membentang angkasa Jadi pribadi yang semakin tangguh dan bijak Hadapi tiap hari terlampaui...