Ketika Cinta Datang Menyapa......


Ketika cinta datang menyapa....
Itu bukan lagi hanya sekadar mimpi belaka dengan sepenuh janji
Biar mengalir apa adanya
Tanpa perlu dusta dan harap tiada berkarya

Ketika cinta datang menyapa....
Maka biar dunia jadi sejuta saksi,
Bahwa kita adalah satu di antara s'gala rupa
Cuma waktu dan ruang pemisah yang nyata

Ketika cinta datang menyapa....
Biar jejak cinta berlabuh dengan sepenuh rindu
Kar'na bahkan dunia enggan menggoda
Dengan segala cerca dan gundah membuncah

Ketika cinta datang menyapa.....

Terkadang.....


Terkadang.....
Cinta cukup hanya bagi memahami
dan biarkan cinta mengalir apa adanya dengan pasrah

Terkadang.....
Cinta tak kan bikin terluka
bagi tiap jiwa yang percaya dalam asa

Terkadang....
Cinta dapat mengajari arti
perlunya berbagi pada sesama

Terkadang.....
Tuhan, kusadari, betapaku selalu merindu
akan hadirMu dalam jiwaku yang selalu blue

Terkadang....
kuterlupa, hanya Kau satu
yang bisa buatku tertawa dalam semua dinamika dunia

Terkadang......

Bahagiaku Sebatas Rindu


Terkadang....
Cinta bisa lahir tanpa terduga
Bagi sesama manusia yang terlunta dan tersisih di dunia
Dan....
Bila segala rasa hadir dengan segala kecamuknya
Mengapa masih harus tetap ada segala resah jua
Biar mengalir bagai alunan air di setiap sisi sepi hati
Tanpa perlu harus ada segala dusta lagi



Terkadang...
Rindu tak begitu menyiksa
Bila kita sadari bahwa segala inti hanya esensi
Yang mengalun temani jiwa-jiwa tatkala sunyi sendiri
Hanya....
Aku kehilangan aroma yang kuimpikan
Inikah duka yang harus hadir bagi nestapa?
Inikah rajam dunia karena bahagia semu belaka?

Maka....
Kubawa berlalu dengan seyumku
Jangan terjaga hanya untuk sadari
Bunga untukku semata, semata.....

Akhirnya.....


Akhirnya....
Disini aku dalam terpana dan terhempas
di ranah tiada bertepi

Rinduku terbawa logika dan hasrat akan ego
Kaku diam membeku dalam luruhnya kalbu

Dikau bukan mimpiku
Daku bukan malaikatmu

Cerita hati dalam serpihan
yang coba kurangkaian
setelah luluh lantak
dimakan usang maya

Beri aku seribu waktu
Bukan lagi ruang rangka ceritera

Terdiamku di cerita hatiku.......

Di Jelang Malamku Ada Kamu Hadir

Terlalu larut dalam duka
Lupa akan cerita betapa indahnya sebuah karya
Keras, tapi nyata yang hadir

Aku bukanlah malaikat malam
yang hadir sepenuh cinta dan cita
Wlo ingin ku gurat tawa dan canda
Namun hanya getir kurasa

Jangan hempas semua ke dalam ampas
tiada bataskah segala keluh dan kesah
Kini saat bangkit bagi mata pasti

Beri setitik embun dalam hati
tidak lagi..... tiada lagi hanya jejak kaki
kian tak pasti dan mati suri
Bangkitlah, bangkit sang kekasih hati


Disini Aku....


Terkadang.....
Ingin kuhempas buas seluruh hasrat yang kupunya
Berlalu dengan setiap nafas ini
Tanpa ingin menjadi tolol dengan kejam malam liwat






Terkadang....
Anganku melambung terlalu jauh menembus awan
Berlarian di tengah kabut yang bertiup perlahan
Tumpah se ruah resah yang kubawa di detak jiwa

Terkadang.....
Ingin kularut dalam sejuta kisah dunia
Tanpa harap lagi akan segala pinta di alam fana
Namun tangis dan rengekku mungkin tiada arti disini

Terkadang.....
Sederhana bukan sebuah pilihan yang harus dipertahankan
Bila ternyata kita adalah manusia semata
Dengan segala kisah yag harus terlahir adanya....

Ah,
Hidup tetap menuntut kita memahami
sekian berjalan sekian hari berlari tiada henti
akhir bukan tujuan pasti
namun dari setiap jejak kaki kita hentak sepenuh arti
disini aku kan tetap ayunkan langkah ini....

Pintaku, Shadu......

Bila kasih tiba menyapa sepenuh cinta
Pertanda mungkin kita kan jatuh terlena
Sementara dunia akan terus bergulir mengalir bagai air
Namun tiada hendak berpindah dari rasa yang hadir menggoda

Kasih.....
Di batas penghujung ruang dan waktu yang mampu tercipta
mungkinkah kita bakal saling menyapa tanpa terluka
hanya demi mencipta kata demi kata yang coba kutuang selalu ada
Terhempaskan kita dalam tidur panjang tak bernyata

Ingin ku berlari hampiri dan tak kembali untuk silam kelamku
Ingin kurebah dan tumpah dengan segala sesak dada ini
Ingin ku tak lagi gulirkan air mata mengalir
Hanya karena bahagia senantiasa tercipta

Namun....
ego kah jika terhenti karena bunga-bunga bukan hanya dimusim semi
sedihkah yang harus hadir di sini semberi menanti
yang kuingin.. bukan cuma bayangmu, mayamu, cerminmu, shadu....
yang kumau, terlena di alur matamu, tiada waktu henti berlaku bagiku
selalu....
selalu....